Berkat 5G, Efisiensi Sektor Pertambangan Bisa Tercapai

Berkat 5G, Efisiensi Sektor Pertambangan Bisa Tercapai

Berkat 5G, Efisiensi Sektor Pertambangan Bisa Tercapai

Banyak orang yang beranggapan bahwa peningkatan generasi standar seluler

, misalnya dari 3G ke 4G, atau 4G ke 5G, itu hanya berdampak ke kecepatan Internet saja. Memang, peningkatan generasi itu umumnya akan membawa peningkatan kecepatan sebagai salah satu perbaikan yang ada. Namun, bisa jadi itu bukanlah hal yang paling penting yang diusung generasi terbaru standar komunikasi seluler.

Misalnya di 5G, bila dibandingkan 4G, 5G ini memiliki jangkauan dan kapasitas lebih tinggi, bandwidth lebih besar, serta latency lebih rendah. Bila dimanfaatkan dengan benar, peningkatan tersebut akan membawa keuntungan dari sisi terbukanya use case baru.

Sebagai generasi terbaru dari teknologi seluler,

5G secara dramatis telah mengubah banyak industri, tidak terkecuali pertambangan. Dulunya pertambangan bergantung pada tenaga kerja manual, namun dengan hadirnya 5G, maka sektor pertambangan telah berkembang menjadi industri teknologi tinggi yang menggabungkan kontrol jarak jauh dan smart mining tak berawak.

Menurut Vanness You, Chief Technology Officer Huawei Indonesia, 5G sangat ideal untuk konstruksi tambang pintar dan penambangan adalah “medan perang” baru untuk use case bisnis teknologi 5G.

Sebagai informasi, perusahaan yang bergerak di bidang

penambangan China Molybdenum telah mengoperasikan satu-satunya tambang pintar berkekuatan 5G di dunia. 30 kendaraan penambangan otonom berbasis 5G telah dikerahkan.

“Kami practice di sana dan set up 5G environment untuk membantu menyediakan solusi mengemudi truk mereka. Hanya dengan inovasi 5G juga membantu mereka mendapatkan efisiensi di pertambangan,” ungkap Vannes, saat berbicara dalam Selular Telco Outlook 2020, di Jakarta, Senin (2/12/2019).

 

Sumber :

https://zalala.co.id/